Senin, 13 Mei 2013

Inilah 5 Alat atasi Pemerkosaan



Bra dengan kantong pistol

Flashbag Holster membuat inovasi baru yaitu bra dengan kantong pistol. Bra ini didesain sedemikian rupa dengan kantong pistol, yang tersembunyi di dalam dada wanita.

Flashbag juga memberikan pilihan terhadap wanita untuk menentukan di bagian bra mana pistol akan diletakkan. Sebagai mana umumnya, Flashbag Holster membuat bra ini dengan tujuan untuk melindungi wanita saat bepergian sendiri, terutama ketika mereka mengalami percobaan perkosaan.

Bra listrik

Maraknya tindak pemerkosaan di India mendorong tiga mahasiswa India menciptakan bra anti pemerkosaan. Manisha Mohan bersama rekannya, Niladri Basu Bal dan Rimpi Tripathi membuat bra yang jika dalam keadaan terdesak bisa mengeluarkan sengatan listrik 3.800 kilovolt (Kv).

Dengan bra ini dijamin pelaku kapok karena tersengat listrik, bahkan bisa menyebabkan mereka mengalami luka bakar. Selain berguna untuk menyerang pelaku, bra ini juga bisa langsung terhubung dengan keluarga dan polisi dengan sisten GPS yang berada di dalamnya. Dengan sirkuit elektrik dan sensor, para wanita juga bisa mengatur tekanan ketika terjadi tindakan pelecehan pada wanita.

Celana gembok


Sebelum kembali tenar lagi di zaman millenium, celana gembok sebelumnya pernah hadir pada abad pembaharuan. Celana ini sering digunakan para bangsawan dengan dalih menjaga kesetiaan istri, ketika suaminya pergi berperang. Kunci gembok pada celana para istri bangsawan ini juga turut dibawa pergi suami mereka. Hal ini kerap juga menyiksa wanita, sehingga tak jarang penyakit psikologis menjangkiti wanita di zaman itu.

Celana gembok menjadi wacana yang kembali terulang. Kebijakan celana gembok diterapkan di Kota Batu, Jawa Timur pada tahun 2008. Celana ini wajib digunakan untuk perempuan pemijat, yang kuncinya disimpan oleh koordinator panti pijat.

Sepatu anti kekerasan seksual

Hibar Syahrul Gafur (14) terkejut melihat banyaknya kasus pemberitaan soal pemerkosaan. ABG cerdas ini pun putar otak, bagaimana menciptakan alat yang bisa melindungi kaum hawa dari bahaya pemerkosaan.

"Hobi saya itu nonton TV, bakal bisa berlama-lama kalau nonton. Apalagi kalau pemberitaan, nah beberapa waktu lalu pemberitaan yang aku tonton isinya pelecehan dan kekerasan seksual terhadap wanita, serem banget," kata Hibar saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (12/5).

Dari hasil kreativitasnya, terciptalah sepatu antikekerasan seksual tersebut. Sepintas sepatu ini tak berbeda dengan sepatu 'wedges' lainnya. Tapi pada hak sepatu ini tersimpan rangkaian listrik. Jika ada bahaya, kaum hawa tinggal menginjak tombol yang terdapat pada bagian belakang sepatu ini. Maka aliran listrik 450 volt pun akan membuat si pemerkosa terjungkal.

"Listrik ini bertenaga 450 watt. Tinggal tendang ke arah si pelaku kekerasan seksual. Secara otomatis tegangan listrik akan langsung nyerang pelaku," jelasnya.

Sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional, terlebih dulu Hibar melakukan uji coba. "Saya setrum ayam peliharaan di rumah, guru saya pun ikutan uji coba," katanya.

Peralatan yang digunakan oleh Siswa SMPN 1 Bogor ini sebenarnya sederhana. Antara lain gelang logam dan rangkaian raket nyamuk. Bahan-bahan ini mudah didapat.

Dengan karyanya itu, Hibar berhasil mendapat medali emas pertamanya di ajang internasional. Dia menyabet medali emas di Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 Kuala Lumpur. Sungguh prestasi yang membanggakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar